Sebutan imunisasi tentu akan tebayang sebuah jarum suntik dan tangisan seorang bocah tapi sebutan imunisasi disini sangatlah beda sebagaimana yang dikemukakan oleh Bapak H. Sunardi seorang petani dari Banten yeng telah berhasil memenen padinya dengan hasil 8 – 9 ton per ha . Ini sebuah prestasi yang luar biasa, hasil padi tersebut tidak terlepas dari perawatan padi mulai bayi sampai panen sebagaimana yang telah dipraktekkan bapak H. Sunardi bahwa memberlakukan padi harus benar benar optimal mulai dari persemaian yang membutuhan perhatian khusus oleh karena itu persemaian harus luas misalnya untuk bibit 1 ha digunakan persemaian berukuran 20 m x 10 m atau 200 m 2 dan bibit yang digunakan harus bibit yang unggul atau bibit yang berlabel . cara memberlakukan bibit padi yaitu rendam benih agar berkecambah caranga untuk bibit 25 kg dibagi 2 masing masing 12.5 kg kemudian masukkan kedalam karung goni lalu rendam di selokan atau bak selama 2 hari 2 malam selepas itu tiriskan 1 malam , buak karung keesokan harinya dan semprotkan air agar suhu lembab, menjelang sore kecambah yang muncul disebarkan dilahan persemaian yang sudah dipersiapakan.

Enam hari setelah disebar, imunisasi mulai diberikan yaitu taburkan Carbofuran 1 bungkus yang setara dengan 2 kg – sebagai insektisida kemudian digabung dengan penambahan vitamin alias unsur hara tanah yaitu uria 5 kg dan TSP 2 kg ketiganya dicampur sebelum ditaburkan ketempat persemaian lima hari sebelum bibit dipindahkan ke lahan Imunisasi kedua dilakukan yaitu Calypso sebanyak 3 tutup dan Decus 2 tutup botol kemudian dilarutkan dalam air 14 lt larutan tersebut disemprotkan ke persemaian.

Selepas perawatan semasa bayi maka padi harus tetap dijaga yaitu pada umur padi 15 – 20 hari setelah tanam Calypso dosemprotkan ujntuk mencegah hama sundep , dosisnya 2 tutup botol dilarutkan dalam air 14 lt untuk 1 ha dibutuhkan 800 ml Calypso , melewati masa bunting 50 – 60 hari setelah tanam semprotkan Decis 2 tutup botol pada 14 lt air tambahkan pula 1 bungkus Falicur setara 50 gram – sebagai fungisida . Dengan tujuan agar daun bendera tetap hijau saat mulai berbuah sehingga aliran makanan hasil fotosintesis tetap mengalir buah walaupun tanaman hampir panen

Dari model imunisasi tersebut sebagaimana yang telah dilakukan bapak H. Sunardi dapat meningkatkan hasil padi berlipat sebagaimana seorang bayi sangat membutuhkan imunisasi agar sang bayi tersebut sehat demikian juga padi perlu imunisasi agar padi mulai bayi sampai panen benar benar sehat .(Disadur dari Majalah Trubus)